Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial Terhadap Masyarakat - Solusi Menarik

Advertisement 970x90

Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial Terhadap Masyarakat

Gunawan
Juli 14, 2019

Perubahan sosial berdampak pada terciptanya tatanan baru dalam masyarakat. Salah satu unsur perubahan sosial adalah modernisasi yang selalu ada dalam setiap kehidupan manusia.

Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial Terhadap Masyarakat
Ada dua dampak yang mempengaruhi perubahan sosial, yaitu dampak positif dan dampak negatif.

Dampak Positif Perubahan Sosial

Dampak positif mengarah pada kemajuan teknologi informasi dan terciptanya masyarakat yang adil sejahtera. Hal inilah yang dijadikan harapan oleh masyarakat. Dampak sosial dari berlangsungnya perubahan sosial antara lain :

1. Munculnya Nilai dan Norma Baru

Ada masanya suatu nilai dan norma dirasa tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan manusia yang semakin kompleks.

Dengan adanya perubahan sosial diharapkan mampu mendorong munculnya nilai maupun norma baru yang lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

2. Adanya Struktur dan Hubungan Sosial Baru

Struktur dan hubungan sosial baru ini biasanya lebih menekankan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

3. Adanya Upaya Memberdayakan Perempuan dan Mewujudkan Kesetaraan Gender

Bentuk pemberdayaan perempuan harus diletakkan dalam kerangka gender related development yaitu dengan menambah anggaran kesehatan dan pendidikan.

Memastikan bahwa perempuan sudah mendapatkan porsi yang layak, terutama terkait dengan peningkatan pelayanan kesehatan dan beasiswa bagi pelajar perempuan.

Kesetaraan yang harmonis diupayakan agar peranan perempuan sebagai pelaku kegiatan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup.

Perempuan diharapkan lebih leluasa menggali dan mengembangkan potensi ataupun sumber daya yang dimilikinya.

4. Terjadinya Diferensiasi Struktural

Diferensiasi struktural yaitu berkembangnya lembaga-lembaga sosial baru, sehingga lebih memungkinkan anggota masyarakat untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan yang semakin kompleks.

Dengan demikian, diharapkan fungsi pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

5. Munculnya Budaya Ilmuwan

Setiap gejala sosial maupun non-sosial dilakukan dengan mengacu pada deskripsi ilmiah. Itulah sebabnya, penalaran dan observasi harus dilakukan secara tepat agar dapat berfungsi sebagai sarana pencarian pengetahuan ilmiah.

6. Kesadaran Politik Semakin Tinggi

Tingginya kesadaran politik ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam politik praktis. Pendidikan politik mulai menyentuh lapisan bawah masyarakat, sehingga berkembang kesadaran tentang pentingnya penggunaan hak politik.

7. Meningkatnya Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Munculnya penelitian ilmiah semakin menyadarkan manusia terhadap pentingnya penguasaan IPTEK dengan peningkatan taraf hidupnya.

8. Tingkat Pendidikan Formal Semakin Tinggi dan Merata

Perkembangan berbagai jenjang pendidikan formal, dengan jurusan dan biaya yang beragam akan semakin meningkatkan akses anggota masyarakat terhadap pendidikan.

9. Berkembangnya Industrialisasi

Perkembangan ini memunculkan produktivitas dan nilai tambah yang signifikan, sehingga menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan peluang ekspor.

10. Terbukanya Peluang Mobilitas

Hambatan untuk melakukan mobilitas sosial kini semakin berkurang. Semakin terbukanya kesempatan untuk mengadakan mobilitas sosial pada semua strata.

11. Perlindungan dan Penghormatan terhadap Kebebasan dalam Kehidupan Beragama

Perlindungan dan penghormatan ini mencakup penanaman cara hidup saling menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman agama yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang plural.

Dengan demikian diharapkan akan tercipta kerukunan antar umat beragama yang bermuara pada terwujudnya kebebasan beragama secara hakiki.

12. Masyarakat Semakin Menghargai Waktu

Dalam orientasinya ke masa depan, anggota masyarakat berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai aktivitas.

Dampak Negatif Perubahan Sosial

Dampak negatif mengarah pada kemunduran yang ditandai dengan adanya tindak kriminalitas, konflik sosial, deviasi sosial, serta berbagai masalah sosial lainnya.

Hal inilah yang menjadi titik jenuh dari perubahan sosial dalam masyarakat. Adapun dampak yang bersifat negatif antara lain :

1. Terjadi Disintegrasi Sosial

Revolusi merupakan salah satu faktor pemicu disintegrasi sosial dalam masyarakat. Revolusi yang disertai tindak kekerasan dapat mendorong perpecahan dalam masyarakat. Masyarakat menjadi terpecah belah karena mendukung kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan.

Selain revolusi, kesenjangan sosial antarsuku bangsa dapat mengakibatkan disintegrasi sosial. Disintegrasi yang terjadi akibat kesenjangan sosial merupakan salah satu dampak tidak berfungsinya lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat.

2. Perubahan Tingkah Laku

Perubahan tingkah laku yang mungkin menjurus pada perilaku menyimpang. Suatu perilaku dianggap manyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Nilai-nilai kebebasan budaya Barat diadopsi tanpa menyesuaikan kondisi kebudayaan kita sendiri. Contoh kenakalan remaja yang menjadidapak negatif adalah tawuran, pemerasan, adanya geng motor, seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang, serta pornografi.

3. Budaya Konsumtif yang Semakin Besar

Individu mengkonsumsi suatu barang karena dianggap sebagai simbol status.

4. Berkembangnya Sifat Individualisme

Saat ini, masyarakat lebih mementingkan kepentingan pribadi, sehingga sering mengesampingkan kepentingan hukum.

Hubungan antar manusia bersifat sekunder, serba terbatas pada bidang kehidupan tertentu saja.

5. Munculnya Konflik Sosial Vertikal maupun Horizontal

Konflik dan kekerasan muncul sebagai akibat adanya perbedaan sikap dan kepentingan dalam menghadapi perubahan sosial.

6. Lembaga-lembaga Sosial yang ada Tidak Dapat Berfungsi Maksimal

Lembaga sosial yang tidak berfungsi secara optimal berkaitan dengan pola kepemimpinan anggota masyarakat yang menyalahgunakan kedudukan dan wewenang. Tindakan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Salah satu contoh tidak berfungsinya Iembaga hukum secara optimal adalah lembaga hukum yang tidak melaksanakan peradilan secara baik karena praktik suap. Oknum peradilan yang melakukan tindakan tersebut bertujuan agar dapat memperbaiki standar atau taraf hidup. Cara memperoleh uang secara tidak jujur disebut korupsi.

Kondisi seperti itu menimbulkan opini publik bahwa hukum yang kemudian banyak yang meragukan keberadaan bahkan dalam istilah lain menyebbabakn adanya perkataan bahwa hukum dapat dapat dibeli.

7. Banyak Pengangguran

Di masa industrialisasi seharusnya tercipta banyak peluang usaha dan kesempatan kerja.

Namun, sebagian anggota masyarakat tidak siap untuk menyesuaikan diri dengan pola industrialisasi, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran.

8. Adanya Kesenjangan Sosial

Anggota masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tentu akan mampu meningkatkan taraf hidupnya.

Namun sebaliknya, apabila masyarakat tidak mampu melakukan penyesuaian, maka lama kelamaan akan semakin terbelakang dan mengalami penurunan kualitas hidup.

Sehubungan bergulirnya perubahan, semakin lebar pula kesenjangan sosial yang tercipta dalam hubungan antara dua keadaan yang saling bertolak belakang ini.

9. Terjadinya Berbagai Bentuk Kerusakan Lingkungan dan Bencana Alam

Perubahan sosial sering diikuti peningkatan kegiatan produksi dan konsumsi dalam masyarakat. Kegiatan tersebut dapat mengancam keberlangsungan ekosistem alam. Intensitas kegiatan ekonomi masyarakat yang melampaui batas menyebabkan bahaya.

Sejumlah pakar atau para ahli dalam sosiologi banyak menyebutkan penipisan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan terjadi akibat perubahan sosial. Banjir, tanah longsor, dan pembakaran hutan dapat terjadi akibat eksploitasi berlebihan terhadap alam.

Pemanasan global (Global Warming) merupakan sebagai salah satu bentuk kerusakan lingkungan dan bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan pola kehidupan masyarakat.

Hal ini telah menjadi sorotan masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumtif tinggi.

Akibat Perubahan Sosial


Akibat perubahan sosial dan budaya yang terjadi tidak jarang berdampak pada gejala sosial lainnya yang bisa diamati, misalnya sebagai berikut.

1. Anomie

Yaitu keadaan dimana seseorang sudah tidak mempunyai pegangan apapun dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai yang ada sudah mulai luntur bahkan hilang sama sekali.

2. Culture shock atau kegoncangan budaya

Kegoncangan budaya yaitu keadaan dimana seseorang atau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asing yang tiba-tiba datang.

3. Culture lag atau ketertinggalan budaya

Ketertinggalan budaya adalah kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.

Perubahan sosial dapat dipastikan terjadi karena adanya faktor pendorong, penyebab, dan penghambat.

Sekian dulu ya! pembahasan saya kali ini tentang Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial Terhadap Masyarakat, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Jika ada masalah atau pertanyaan silakan tanyakan pada kolom komentar dibawah dan terima kasih banyak sampai jumpa pada artikel selanjutnya.